Situs/Cagar Budaya

1. Rumah Pondok Cina

Rumah Pondok Cina dibangun oleh seorang arsitek Belanda pada pertengahan abad ke-19, yang kemudian dibeli oleh saudagar Cina bernama Lauw Tek Lock, diwariskan kepada puteranya bernama Kapiten Der Cinezen Lauw Tjeng Shiang. Pada tahun 1834, rumah Pondok Cina mengalami kerusakan akibat gempa Gunung Megamendung dan dibangun kembali pada tahun 1898. Dalam perkembangannya, rumah ini akhirnya dijual kepada pihak swasta yaitu Mall Margo City dan sekarang rumah tersebut menjadi Kafe Old House Margo City, Depok.

Alamat : Jalan Raya Margonda, RT 01 RW 05, Kelurahan Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok.

 

 

2. Landhuis Cimanggis

Rumah Cimanggis dibangun tahun 1775 dan 1778 ole David J.Smith, pemilik rumah ini adalah janda dari Gubernur Jendral VOC Petrus Albertus Van Der Parra. Gubernur Jendral ini memerintah di Batavia dari tahun 1761-1775. Ciri khas dari arsitektur rumah Cimanggis ini adalah memiliki atap yang tinggi dan sangat lebar, dengan bagian dalamnya memperlihatkan unsur gaya Louis ke-15 yaitu jendela lebar dan tinggi serta melengkung di bagian atasnya, bagian jendela tersebut dapat didorong ke atas.

Alamat : Komplek RRI, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis.

 

3. Sumur Keramat Tujuh Beringin Kurung

Sumur ini terletak di kelurahan Beji, letak sumur satu dengan yang lain berpencar. Sumur yang letaknya berdekatan adalah sumur ke 5,6,7 yang berada di kompleks petilasan Mbah Raden Wujud Beji. Sumur ini merupakan pertapaan yang diperkirakan ada sebelum kedatangan agama islam. Pada masa Islam, SUmur Tujuh ini dikenal dengan Padepokan Uyut Beji. Dan merupakan pesantren tempat belajar agama islam dan tempat berlatih pasukan Islam melawan VOC.

Alamat : Jalan Kelapa, Kampung Keramat, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok.

 

 

4. Sumur Gondang

Penamaan Sumur Gondang dikarenakan pada dahulunya di tempat ini banyak ditumbuhi pohon Gondang. Berdasarkan cerita turun-temurun, sumur ini digunakan sebagai tempat pertapaan atau petilasan. Hingga saat ini Sumur Gondang masih digunakan oleh masyarakat.

Alamat : Jl. Sumur Bandung 2, RT 04/002, Kampung Pedurenan, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Depok.

 

 

6. Sumur Pancoran Mas

Terletak di jalan Setu, berada ditengah-tengah pemukiman padat. Disebut Pancoran Mas karena dahulunya terdapat pancuran terbuat dari emas, namun hilang ketika tentara Jepang memasuki daerah ini. Menurut kisah yang ada sumur ini ditemukan oleh seorang Budak dari Bali dan dijadikan tempat pertapaan.

Pada perkembangannya, sumur ini akhirnya dibeli oleh seorang Tuan Tanah Belanda yang bernama Jan. Pada masanya sumur ini dibangun indah dengan lantai marmer dan dijadikan tempat rekreasi.

Alamat : Jalan Setu, Kelurahan Pancoran Mas, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

 

 

7. Sumur Bandung

Sering dikaitkan dengan tokoh-tokoh Islam yang bernama Ratu Maemunah, Raden Sukma Jaya, R.H. Kyai Mansur, R.Kyai Ketel, R. Langlang Buana dan Ratu Alamsyah sebagai penguasa tempat tersebut. Pengusaha ini diartikan pernah menjadi tempat petilasan bagi tokoh-tokoh tersebut.

Alamat : Jl. Sumur Bandung No-28 RT 07 RW 011, Kelurahan Cipayung, Kecamatan Cipayung.

 

 

8. Makam Islam Raden Sungging

Raden Sungging merupakan seorang ulama dari Citayam, diangkat sebagai pimpinan oleh masyarakat ketika melawan Pemerintahan Belanda. Raden Sungging terkenal karena pertempuran yang terjadi di Bekasi ketika melawan Belanda. Pasukan Raden Sungging pada akhirnya mengalami kekelahan setelah Belanda meminta bantuan Batavia. Raden Sungging dan pengikutnya sempat dipenjarakan di penjara Cipinang, Jatinegara.

Alamat : Jl. KH. Abdurrahman, Kampung Pondok Terong, RT 03/01. Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas.

 

 

9. Makam Raden Wujud Beji

Raden Wujud di kenal juga dengan nama Raden Uyut Beji. Beliau adalah seorang ulama dari Banten, beliau turut menemani Pangeran Purbayake Cirebon ketika dikejar oleh VOC. Makam Raden Wujud Beji terdapat di Kompleks Sumur Tujuh yang terdiri juga dari 7 kolam sumur, dan bangunan keramat. Situs ini disebut juga sumur tujuh karena di situs ini terdapat tujuh sumur. Makam Raden Uyut Beji banyak dikunjungi oleh para peziarah.

Alamat : Jl. Kelapa Kampung Keramat, Kelurahan Beji, Kecamatan Beji, Kota Depok.

 

 

10. Telapak Kaki Sawangan

Batu menyerupai telapak kaki yang oleh masyarakat sekitar dianggap sebagai jejak manusia sholeh yang kini dikeramatkan. Batu menyerupai telapak kaki manusia ini mempunyai ukuran panjang kurang lebih panjang 50 cm dan lebar sekitar 25 cm. Saat ini batu yang dianggap keramat tersebut diamankan dengan dibuat bangunan pengaman dengan ukuran 4×4 meter dengan tinggi sekitar 3 meter. Bangunan sederhana dengan pasangan dinding berupa hebel dan semen, dengan atap seng dan lantai semen. pada bagian tengah lantai terdapat batu telapak tersebut.

alamat : Wisma Mas Pondok Cabe Blok C2, Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Kota Depok

 

 

11. Tong Buatan Belanda

Dulunya tong ini berfungsi untuk mengairi pabrik karet milik orang Belgia yang bernama Tuan Baron. Lalu pabrik ini terbengkalai sejak bangsa Belanda sudah tidak menjajah Indonesia. Tahun 1970an pabrik tersebut dibongkar dan hanya tong airnya saja yang dibiarkan. Tong ini pernah dibongkar oleh pengembang daerah tersebut. Tapi karena tong tersebut dianggap berharga nilai historisnya oleh warga sekitar, maka tong tersebut dikembalikan.

Alamat : Jl. Haji Sulaiman RT 05/03, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok

 

 

12. Makam Syeh Muh. Yusuf

Syeh Muhammad Yusuf sangat berperan dalam mengusir dan memerangi Belanda pada masa itu. Dalam kisah perjuangannya, disebutkan pada 1941, Syeh Muhammad Yusuf menjadi ketua umum Hisbulloh. Dan dengan pasukan Hisbullohnya inilah Syeh Muhammad Yusuf sering menyerang Belanda. Diantaranya Batalyon 10 lapangan Banteng yang merupakan Markas Belanda di Batavia.

Perjuangan melawan Belanda dilanjutkan sampai kemerdekaan RI terwujud. Syeh Muhammad Yusuf dapat menikmati kemerdekaan sampai 1971. Pada 5 Januari 1971, tokoh kharismatik ini wafat. Jenazahnya dimakamkan di Kampung Sugutamu Desa Sukmajaya Kota Depok Jawa Barat.

Alamat : Jl. Pesona Kayangan No. 11, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok

 

Sumber Foto : https://merahputih.com/post/read/kh-muhammad-yusuf-seorang-wali-dan-pitung-dari-depok

 

13. Makam Mbah Bayun

Belum diketahui secara pasti, tapi menurut cerita masyarakat yang berkembang dan penuturan penjaga/pengelola makam ini, dijelaskan bahwa mbah buyun ini dulunya merupakan Ratu Mataram Islam yang bernama Ratu Pembayun/Nyi Roro Pembayun. Roro Pembayun atau Ratu Pembayun adalah sesepuh Tapos, Depok. Beliau adalah anak kesayangan dari Panembahan Senopati yang menjadi istri Ki Ageng Mangsir. Karena beliau adalah tokoh yang berperan vesar dalam penyebaran agama islam dan memerangi Belanda, maka beliau Namanya dijadikan nama kampung kebayunan.

Alamat : Jl. Makam Kramat Mbah Bayun, RT 04 RW 08, Kelurahan Tapos, Kecamatan Tapos, Depok.